Siapa Sosok KH Dimyati Rois Hingga Media Nenek Moyang Tak Sanggup Mengungkapnya?

oleh -1,266 views
siapa-sosok-kh-dimyati-rois-hingga-media-nenek-moyang-tak-sanggup-mengungkapnya?
Gambar: KH Dimyati Rois

Santri-Milenial – Siapa sosok KH Dimyati Rois hingga media nenek moyang tak sanggup mengungkapnya? Pertanyaan muncul dari salah seorang yang penasaran tentang biografi lengkap KH Dimyati Rois karena wafatnya begitu menggemparkan jagad Indonesia.

Namun setelah mencari di google, benar saja portal yang dapat laqab media nenek moyang itu muncul di pencarian halaman pertama google paling atas pula. Namun setelah dibuka, ya gitu deh. Mau bilang blak-blakan kurang pantas. Ya karena media ini adalah media nenek moyang.

Setelah mencari kesana-kemari googlink sana googlink sini akhirnya dapat juga. inilah beliau:

Profil lengkap KH Dimyati Rois

Nama lengkap, Dimyati Rois (laqab: KH Dimyati Rois atau populer dengan sebutan Abah Dim atau Mbah Dim), lelaki kelahiran 5 Juni 1945 di Tegal Glagah Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah. Beliu adalah urutan ke-5 dari 10 bersaudara yaitu dari pasangan KH. Rois dan Nyai Djusminah:

Ny. Khanifah, KH.Tohari Rais, KH. Masduki Rais, H. Murai Rais, KH. Dimyati Rois, KH. Saidi Rais, Ny. Khotijah, KH. Syatori Rais, Ny. Mukoyah dan Ny. Daroroh.

KH Dimyati Rois adalah pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadilah Djagalan, Kutoharjo, Kaliwungu sejak 1985.

Sekilas tentang Pondok Pesantren asuhan KH Dimyati Rois. Pesantren Al-Fadlu wal Fadilah adalah pondok salaf sebagaimana pondok salaf pada umumnya yiatu ngaji sorogan Alquran, ngaji kitab kuning dan lainnya.

Tidak hanya itu, berkat keahlian sang pengasuh yang tak lain KH Dimyati Rois sendiri, pesantren ini juga mengajarkan atau lebih tepatnya melatih santrinya berwirausaha khususnya dalam bidang pertanian dan perikanan.

Di samping beliau seorang pengasuh pondok pesantren, beliau juga terkenal sebagai tokoh sesupuh di organisasi muslim terbesar dunia yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Mbah Dim sebagai Mustasyar PBNU sejak dulu hingga wafatnya.

Di Indonesia pengaruh beliau sangat besar karenanya rumah belau tidak pernah sepi dari tamu yang datang dari berbagai daerah. Beliau adalah tempat meminta nasehat dari tokoh besar nasional, seperti Presiden Joko Widodo, Gus Dur, Muhaimin Iskandar, Jusuf Kalla dan lain-lainnya.

Beliau sempat dekat dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di era Matori Abdul Jalil sebagai Ketua Umum paratai yang didirikan oleh Gus Dur dan Ulama lainnya itu.

Di tengah kesibukannya, beliau tetap dengan sabar dan iklas menghadiri undangan masyarakat sekitar untuk memberikan taushiyah dan nasehatnya. Beliau juga sering memberikan ijazah amalan kepada masyarakat umum.

Makanya beliau juga terkenal dengan ulama yang memiliki banyak sekali ilmu hikmah atau ilmu kesaktian. Hal ini menambah kewibawaannya di kalangan masyarakat.