Santri Wajib Waspada dengan Narkoba Jenis Ganja dalam Bentuk Cookies Bukan Coki Pardede

oleh -365 views
Gambar: Ilustrasi

Santri wajib waspada dengan motif penyelundupan narkoba jenis ganja dengan bentuk cookies bukan Coki Pardede melainkan kue brownies. He he he

Sebangaimana BNN Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Kanwil Bea & Cukai Jawa Tengah-DIY, Kantor Bea & Cukai Kudus dan Satresnarkoba Polres Jepara melakukan operasi bersama ungkap kasus narkoba jenis ganja dalam bentuk brownis/cookies. Kejadian ini terjadi pada tanggal 30/07/2020 tahun lalu.

Narkoba jenis ganja dalam bentuk cookies ini merupakan modus baru yang ada di Jawa Tengah kala itu. Pengedar berkreasi dan memanfaatkan situasi Pandemi Covid 19 dengan melayani pembelian brownis/cookies secara online. Brownis/cookies ganja siap dipasarkan seharga 1 paket Rp. 400.000 berisi 6 potong. Produk brownis/cookies ganja tersebut dipasarkan lewat instagram ke Jakarta dan Semarang. Adapun efek dari brownis/cookies ganja tersebut 2 kali lebih terasa dibandingkan jika ganja tersebut dinikmati dengan cara dihisap (rokok). Efeknya baru akan terasa 1 jam setelah brownis/cookies dikonsumsi.

Perang terhadap penyalahgunaan narkotika memang sudah seharusnya semakin gencar dilakukan. Karena para pelaku kejahatan narkoba terus melakukan upaya untuk menjual dagangannya dengan berbagai cara ke masyarakat. Terbukti yang paling baru, polisi berhasil membongkar perdagangan narkoba yang diolah ke dalam bentuk kue. Kue tersebut bila dikonsumsi memberikan efek pusing dan fly seperti layaknya narkoba.

Apa yang dilakukan para bandar ini merupakan bentuk kamuflase untuk mengelabui polisi agar aksi kejahatannya tidak gampang terendus. Sebelumnya polisi juga pernah membongkar kamuflase narkoba lewat dodol ganja, cookies tahu kue kering yang dicampur ganja hingga permen susu yang mengandung narkoba. Olahan narkoba dengan menggunakan berbagai jenis makanan ini memang harus diwaspadai. Karena biasanya mereka memperdagangkannya ke sekolah maupun kampus.

Dengan melihat fenomena ini, ancaman narkoba menyasar tidak saja orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang duduk di banku sekolah mulai SD sampai SMA. Bahkan peredaran narkoba dari hasil penyelidikan selama ini tidak saja ada di kota-kota besar, tetapi juga pada beberapa kasus narkoba sudah hadir di kota-kota kecil.

Yang jelas, temuan kue narkoba ini sudah harus menjadikan seluruh masyarakat sadar agar meningkatkan perhatian pada bahaya narkoba. Ancaman narkoba sudah sangat dekat dan nyata. Narkoba harus dijadikan musuh bersama bangsa sehingga pemberantasan narkoba bisa efektif dilakukan. Tanpa dukungan seluruh masyarakat, sulit rasanya untuk melenyapkan kejahatan narkoba dari Indonesia. Selain jumlah personel aparat terbatas, para pelaku kejahatan narkoba hidup menyatu dan berada di tengah-tengah masyarakat.

Kita sebenarnya sudah memiliki perangkat yang cukup untuk melawan bahaya narkoba. Indonesia sudah menempatkan bahaya narkoba sebagai kejahatan luar biasa. Dengan status ini derajat bahayanya sudah sama dengan kejahatan korupsi dan terorisme. Penegakan hukum terhadap kejahatan narkoba juga sudah banyak dilakukan. Bahkan ada juga yang sudah dijatuhi hukuman mati. Kita sangat sering mendengar Polri atau Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar sindikat narkoba kelas teri hingga kakap.