Berita Santri

Reaksi KH SAS Saat Menyambut UYM di Kantor PBNU

...

Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ualam KH Said Aqil Siradj menyambut dengan hangat saat kedatangan Ustadz Yusuf Mansur (UYM) di Kantro PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/6).

Bahkan Kiai Said sapaan akrab KH Said Aqil Siradj juga sempat memakaikan kopyah hitam yang berlambang Nahdlatul Ulama yang kemudian dapat ucapan, sah sebagai orang Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin oleh orang yang ada di sekitarnya.     

Diketahui kedatangan Ustadz Yusuf Mansur ke PBNU dalam rangka sowan kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj.

Pertemuan tersebut sengaja digelar sebagai bentuk takzim seorang santri kepada kiai sekaligus dalam rangka Halal bi Halal pasca Idul Fitri 1440 H.

Menurut Pengasuh Pesantren Darul Quran ini, NU memilki komitmen yang kuat menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kebinekaan. Sehingga menurutnya, sudah saatnya Islam yang dibawa NU jaya di semua bidang.

Ia juga mengakui kalau dirinya sebagai santri sudah tidak asing dengan NU, bahkan tahu banyak mengenai NU terutama NU di kawasan Betawi. Makanya, ia siap ikut serta mengembangkan Nahdlatul Ulama terutama dalam hal usaha dan dakwah.

“Jangan tanya ke NU-an saya, madrasah pertama di Jakarta itu madrasah kita pak, Madrasah Al-Mansuriah, papannya saja masih ada, masih original. Yang bawa NU ke Jakarta kan kakek saya,” ucap Yusuf Mansur kepada NU Online seusai pertemuan dengan Kiai Said. 

Cucu KH Muhammad Mansur ini menginginkan agar NU terus memperkuat perannya di masyarakat terutama dalam bidang dakwah. Selama ini, kata Yusuf Mansur, NU konsentrasi di Pondok Pesantren dan pedesaan, sementara masjid-masjid di perkotaan terabaikan.

“NU kan bisa ke kiri bisa ke kanan, warga NU sudah saatnya lebih memasifkan lagi perannya. Untuk menjadi penarik yang wasathiyah, yang tengah, ini kenyataan. Bahwa halaqah di Perkotaan ini gak diambil sama NU,” tuturnya.

Baca juga: KH Said Aqil Siradj Diundang Mesir dan Maroko Untuk Ceramah Islam Nusantara

Seperti diketahui, Yusuf Mansur putra merupakan tokoh agama asal Jakarta, pendakwah yang sudah memiliki banyak usahanya itu adalah putra dari Abdurrahman Mimbar dan Humrifأ­ah.

Sejak kecil, Yusuf Mansur tergolong anak yang cerdas, itu tampak dari kemampuannya menangkap pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.

Madrasah itu merupakan madrasah yang didirikan oleh kakek buyutnya, KH Muhammad Mansur, yang dikenal dengan panggilan Guru Mansur. Kini madrasah tersebut dikelola kakak orangtuanya, KH Ahmadi Muhammad.

Kendati sudah menjadi tokoh Nasional yang cukup dikenal masyarakat Indonesia, Yusuf Mansur tetap tawadhu dan takzim terhadap guru-gurunya. Baik guru-guru Ibtidaiyah maupun Tsanawiyah. (NU/now)