News

KH Said Aqil Siradj Diundang Mesir dan Maroko Untuk Ceramah Islam Nusantara

...
Gambar: KH Said Aqiel Siradj

Jakarta - KH Said Aqil Siradj atau yang akbrab disapa Kang Said, akan menghadiri undangan ceramah keagamaan tentang Islam Nusantara di dua negara yakni Mesir dan Maroko.

Kang Said menyampaikan kalau dirinya diundang dua negara itu karena keduanya tertarik dengan Islam Nusantara. Bahkan kata beliau bukan hanya kedua negara tersebut yang tertarik dengan Islam Nusanatar, Arab Saudi pun demikian.

“Arab sendiri kini ingin seperti Indonesia. Saya diundang ceramah tentang Islam Nusantara di Al Azhar Mesir dan di hadapan raja Maroko,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU tersebut menegaskan bahwa NU tidak bakal ciut memerangi radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama Islam.

Baca juga: KH Said Aqil Siroj Dilaporkan ke Polisi, Ini Tanggapan PBNU?

“Tak peduli orang lain mau bilang apa karena ini juga demi Islam,” kata Said Aqil saat konferensi pers menjelang pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Kantor PBNU, Jakarta, Senin.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU digelar di Nusa Tenggara Barat tanggal 23-25 November dengan tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka forum permusyawaratan setingkat di bawah muktamar itu.

Menurut Said Aqil, NU bersemangat memerangi ekstremisme terorisme yang mengatasnamakan agama Islam karena justru mencoreng wajah Islam sendiri.

“Di Al Quran itu disebutkan tidak ada yang paling jahat melebihi orang yang melakukan kejahatan atas nama Tuhan atau Islam. Itu paling jahat,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, Nabi Muhammad SAW telah memprediksi bakal munculnya orang-orang yang membaca Al Quran, tetapi tidak paham substansinya sehingga mereka melakukan tindakan yang mereka anggap sesuai tuntunan Islam, padahal sebaliknya.

Ia pun kembali mencontohkan pelaku pembunuhan terhadap khalifah yang juga menantu Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib, yang menyebut tindakannya itu juga demi Islam.