Kasus Positif Corona di Arab Saudi Berjumlah 2.795 Orang, 7 di Antaranya WNI

oleh -1,124 views
Kasus Positif Corona di Arab Saudi Berjumlah 2.795 Orang, 7 di Antaranya WNI

Jakarta – Menurut KBRI Riyadh data terbaru positif virus Corona di Arab Saudi berjumlah 2.795 orang dan 7 di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).

Dalam akun Instagram @kbri_riyadh, Rabu (8/4/2020), kasus positif Corona di Saudi ada 2.795, sementara yang sembuh berjumlah 615 orang dan 41 orang meninggal dunia. Menurut KBRI Riyadh, para WNI yang terkonfirmasi positif Corona di Arab Saudi tersebar di empat kota yang berbeda.

“WNI terjangkit, Mekkah (tiga orang), Riyadh (dua orang), Najran (satu orang), Madinah (satu orang),” tulis keterangan di peta sebaran COVID-19 yang diunggah @kbri_riyadh.

Ada 6 kota penyebaran Corona di Arab Saudi. Penyebaran terbesar ada di Riyadh (841 orang), Mekkah (534 orang), Jeddah (424 orang), Madinah (290 orang), Qatif (159 orang), dan Dammam (153 orang).

KBRI Riyadh juga menyampaikan, pemerintah Arab Saudi mulai hari ini keluarkan kebijakan larangan berpergian 24 jam di 11 kota. Pemerintah Arab Saudi juga mengatakan jam pesan antar makanan melalui aplikasi hanya diizinkan sampai pukul 22.00 waktu setempat di semua provinsi.

Baca juga: Hampir 2.000 Kematian Akibat Corona dalam 24 Jam, Donald Trump Mulai Kehabisan Kesabaran

“Kebijakan tambahan pemerintah Arab Saudi terkait peraturan jam malam dan penanganan virus COVID-19. Peraturan berlaku mulai 8 April 2020. Larangan berpergian 24 jam untuk kota Riyadh, Makkah, Madinah, Tabuk, Dammam, Dhahran, Hofuf, Jeddah, Taif, Qatif, dan Khobar. Di kota lainnya, jam malam mulai berlaku pukul 15.00 – 06.00,” demikian keterangan tertulis pada posting-an tersebut.

Dalam peraturan baru tersebut, pemerintah Arab Saudi juga mengatakan beberapa sektor yang masih beroperasi normal. Sektor tersebut mencakup sektor jasa, energi, hingga pertanian. Arab Saudi juga mengatakan jika peraturan jam malam tidak berlaku untuk para relawan dan lembaga sosial.

“Peraturan jam malam tidak berlaku dari pukul 06.00 – 15.00 bagi relawan dan pekerja di lembaga sosial dan di balai rakyat,” demikian akhir pernyataan tertulis tersebut. (dtk/now)

No More Posts Available.

No more pages to load.