News

Jokowi Unggul di Seluruh Survei Kecuali New Indonesia

...
image/png

NSNow | Cara Jokowi yang bersahabat dan merakyat, banyak masyarakat terpesona dengan gaya nyentriknya itu. Karenanya kubu lawan yang menjadi pesaingnya sering sering bilang Jokowi pencitraan.

Sehingga Jokowi setelah resmi menjadi kandidat capres yang didampingi KH Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, seluruh hasil survei menyatakan Jokowi unggul telak dari Prabowo-Sandiaga Uno sebagai penantangnya. Namun ada satu survei yang berbeda, dimana hasil survei tersebut menghasilkan elektabilitas paslon nomor 2 Prabowo-Sandi unggul. Lembaga survei tersebut tak lain adalah New Indonesia.

Berikut beberapa hasil survei yang unggulkan paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin:

Sebagaimana yang diungkap oleh peneliti Litbang Kompas Toto Suryaningtyas, hasil survei terbaru yang dilakukan timnya terkait elektabilitas, menghasilkan antara kedua paslon jauh berbeda dengan survei lembaga lain. Dimana hasil survei Litbang Kompas masih baru masuk pada tahap margin kesalahan dari lembaga lain.

“Kalau melihat hasil statistik, angka kami yang kami sajikan sebenarnya masih baru tahap margin kesalahan dari lembaga survei lain,” ungkap Toto kala acara diskusi dengan tema “Analisis Hasil Survei: Mengapa Bisa Beda?”, di Upnormal Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).

Hasilnya bisa dilihat pada gambar di atas yaitu untuk pasangan Jokowi Amin elektabilitasnya ada di angka 49% sementara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno ada di angka 37,4%. Artinya Jokowi-Amin terus dikejar oleh Prabowo-Sandi.

Baca juga: 300 Ulama Sepuh se-Jatim Mufakat Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Dalam rilis hasil survei yang dilakukan lembaga survei asal Australia Roy Morganitu menghasilkan elektabilitas calon presiden nomor urut 01 Jokowi unggul atas pesaingnya Prabowo Subianto. Elektabilitas petahana Jokowi , menurut Roy Morgan, adalah 56,5 persen, sementara Prabowo 43,5 persen.

Meskipun Jokowi unggul dari Prabowo, sebenarnya elektabilitas capres nomor urut 01 itu menurun 5,0 persen dari bulan sebelumnya yakni pada Februari 2019. Hal itu juga diiringi dengan menurunnya elektabilitas partai pengusung utamanya yaitu PDPI-P, yang pada Maret ada di angka 39 persen atau turun 3,5 persen dari Februari.

Menurut Roy Morgan, cara agar elektabilitas Jokowi naik kembali, partai pengusungnya harus optimal berkampanye.

Dalam rilis hasil survei Indo Barometer pada Maret 2019, elektabilitas antara kedua calon presiden dan calon wakil presiden, nomor urut 01 Jokowi-Amin unggul 50,2 peresn dari Prabowo-Sandi yang ada di angka 28,9 persen.

Indo Barometer melakukan survei pada 6-12 Februari 2019. Dikutip dari kompascom, “Dengan simulasi kertas suara jika seandainya pemilu dilaksanakan hari ini siapa yang dipilih, 50,2 persen memilih Jokowi-Ma’ruf dan 28,9 persen memilih Prabowo-Sandiaga,” ujar peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli dalam konferensi pers di Hotel Century Park, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Dalam rilis hasil survei lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menghasilkan, pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin dapat angka 51,4 persen, sementara Prabowo-Sandiaga Uno ada di bawahnya yaitu di angka 33,3 persen.

Hasil survei ini diumumkan pada tanggal 28 Maret 2019 lalu. Dan survei ini dilakukan pada tanggal 22 Maret 2019. Survei ini memaparkan data, bahwa pasangan Jokowi-Amin unggul di kalangan SD, SMP, SMA dan semetara Prabowo-Sandiaga Uno unggul di kalangan anak kuliahan.

Lembaga survei LSI Denny JA juga merilis hasil survei terbarunya yang memaparkan data, elektabilitas Jokowi-Amin ada di persentase 56,8 – 63,2 persen, sementara pasangan capres-caawapres Prabowo-Sandiaga Uno berada di angka 36,8 – 43,2 persen.

Artinya hasil survei LSI Deny JA yang dirilis di Graha Dua Rajawali-Lingkaran Survei Indonesia, Jalan Pemuda No 70, Rawamangun Jakarta, Selasa (2/14/19), ini keunggulan pasangan Jokowi-Amin dari Prabowo-Sandi selisih 20 persen.

Beda dengan lembaga survei lainnya, lembaga survei New Indonesia melansir hasil survei dengan data yang mengunggulkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prbowo Subianto-Sandiaga Uno yaitu dengan angka 51,8 persen, sementara pasangan capres-cawapres petahana ada di angka 44,2 persen.

Dijelaskan David, dikutip dari alinea.id, elektabilitas Prabowo-Sandi melejit pada 3 bulan terakhir. Menurutnya, lembaga survei yang sama, sebelumnya juga melakukan survei dimana kala itu elektabilitas Prabowo-Sandi ada pada angka 42,3%.

Baca juga: 9 Ulama NU Berpengaruh Pendukung Prabowo-Sandiaga Uno

“Dalam waktu sekitar tiga bulan telah melesat menjadi 51,8%. Sementara elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pada survei Desember 2018 sebesar 49,8%. Kini, elektabilitasnya merosot menjadi 44,2%,” ujarnya. (*)

Penulis: Rizal

Editor: Muweil