Probolinggo – Pada Musyawarah Kerja Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (Mskerwil NU Jatim) 2019, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo juga menggelar gerakan pengumpulan infaq atau yang biasa dikenal Gerakan Koin NU.
Hal itu dilakukan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur demi menyukseskan penggalangan dana Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Lampung pada September 2020 mendatang.
Melalui Gerakan Koin (kotak infaq) Muktamar NU, dana yang berhasil terkumpul berjumlah sebesar Rp. 55.064.400,-. Dimana dana tersebut terkumpul dalam waktu tiga hari yaitu sejak pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I NU Jatim pada Kamis hingga Sabtu (28-30/11) di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.
Dalam proses penggalangan dana tersebut, Pengurus Wilayah NU CARE-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur membentuk dua kotak infaq raksasa yang ukurannya satu meter persegi yang kemudian ditempatkan di dua titik. Satu kotak di arena Bazar Nusantara dan satu lagi di sekitar arena utama Muspatrwil.
Kotak dengan desain warna putih bergambar logo Koin Muktamar (dari) Warga NU Jawa Timur tersebut hadir di arena Muskerwil pada Kamis (28/11) siang. Pada malam harinya ditempatkan di arena kegiatan ‘PWNU Jatim dan Nurul Jadid Bershalawat’ di lapangan pesantren yang dihadiri sekitar 10 ribu warga. Dikutip dari NU Online, “Alhamdulillah. Luar biasa,” kata Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar saat mendapat laporan dari Tim Koin Muktamar NU seusai penutupan Muskerwil.
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Malang ini saat sambutan juga menyatakan dukungannya kepada PBNU untuk mewujudkan penyelenggaraan Muktamar NU yang mandiri sembari mengajak hadirin untuk memasukkan uang ke kotak. Selepas menabuh bedug pembukaan, Rais PWNU Jatim, KH Anwar Manshur lalu memasukkan donasinya ke dalam kotak. Disusul kemudian oleh Kiai Marzuki, H Matorur Rozaq (Bendahara PWNU Jatim), Hj Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim), H Halim Iskandar (Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi) dan Hj Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan).
Sementara Ketua PW NU CARE-LAZISNU Jawa Timur A Afif Amrullah juga menyampaikan rasa syukur atas perolehan tersebut. Ia mengaku telah menyiapkan sejumlah upaya untuk memaksimalkan gerakan Koin Muktamar NU di Jatim. “Alhamdulillah, ini awal yang sangat bagus. Selain menyiapkan kotak, kami juga menyediakan rekening khusus untuk menampung dana dari masyarakat yang ingin berinfaq dalam Gerakan Koin Muktamar.
Selain itu, kami juga menyiapkan barcode Go Pay dan OVO bagi masyarakat yang ingin berdonasi melalui aplikasi fintech,” jelasnya. Afif menambahkan, ini baru tahap awal Gerakan Koin Muktamar NU di Jatim. Pada Desember 2019 ini, pihaknya bekerja sama dengan LAZISNU se-Jatim dan LP Ma’arif NU se-Jatim akan melakukan gerakan tersebut di seluruh madrasah/sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU se-Jatim. (Mus)