in

Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Pimpin Aksi Deklarasi Jatim Bersatu Tolak Kerusuhan untuk Indonesia Damai

Gubernur Khofifah mengajak bersama Forkopimda Pimpin Aksi Deklarasi Jatim Bersatu Tolak Kerusuhan untuk Indonesia Damai

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim mengajak semua pihak untuk bersama sama menguatkan komitmennya menolak kerusuhan dan menciptakan kedamaian dimana saja.

Bahkan, Khofifah mengingatkan kembali bahwa keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. “Mari kita komitmen untuk senantiasa menolak kerusuhan. Mari bersama sama pekik kan Kerusuhan No, Kedamaian Yes dan NKRI Harga Mati. Semoga komitmen ini di ijabah oleh Allah SWT,” tegasnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah: Silaturahmi dengan Para Ulama Jadi Solusi Redam Konflik

Saat Gubernur Khofifah membubuhkan tandatangan

Khofifah menjelaskan bahwa pihaknya ingin semua pihak belajar dari pengalaman negara lain bahwa terjadinya konflik berkepanjangan berawal dari kerusuhan yang mengalami pembiaran. Kondisi tersebut menyebabkan meluas menjadi konflik sosial, politik dan masyarakat.

Menurutnya, pembiaran konflik yang diawali oleh kerusuhan dapat membenturkan elemen elemen strategis dibanyak negara. Belajar dari pengalaman konflik sosial di banyak negara itulah, mari kita jaga Indonesia, mari kita jaga kerukunan juga persatuan dan kesatuan.

Baca juga: Wagub Emil Hadiri Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019

Ditempat yang sama, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke 73 yang mengadakan gerak jalan santai dan olahraga pagi bersama. Sekaligus menghadapi isue yang berkembang dengan menolak kerusuhan dan deklarasi damai.

Kegiatan semacam ini juga dilakukan diseluruh kabupaten/kota se Jatim. Seluruh Forkopimda di seluruh Jatim baik aparat pemerintah maupun TNI-Polri. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah mendukung langkah TNI-Polri sehingga masyarakat Jatim memahami untuk menolak kerusuhan untuk mewujudkan Indonesia Damai,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan, bahwa semua pihak memiliki kewajiban dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Minimal tanggung jawab tersebut datang dari dirinya sendiri.

“Semua berkewajiban untuk menciptakan keamanan dengan cara menjaga rumah tempat tinggalnya sendiri. Terlebih berita bohong atau Hoax yang tidak bermanfaat harus di hilangkan dan tidak boleh disebarkan sembarangan,” tutupnya. (Aries)

Bagaimana menurut kamu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gubernur Khofifah: Tidak Ada Pungutan Apapun dalam PPDB

Reaksi KH SAS Saat Menyambut UYM di Kantor PBNU