Berikut Prediksi Pakar, Virus Corona di Indonesia akan Berakhir pada Akhir Bulan Ini

oleh -1.016 views
Berikut Prediksi Pakar, Virus Corona di Indonesia akan Berakhir pada Akhir Bulan Ini

Jakarta – Penyebaran virus Corona akan segera berakhir. Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof. Amin Soebandrio memprediksi penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia akan berakhir di akhir bulan Mei.

Menurutnya, puncak pandemi ini akan terjadi pertengahan Mei atau tepatnya jelang lebaran Idul Fitri. Prediksi Amin, setelah virus Corona mencapai puncaknya, maka akan terus berangsur menurun. Dimana hal itu diperkirakan akan terjadi di akhir Mei atau awal Juni.

“Selama tidak melonjak drastis, tidak berapa lama lagi bisa sampai puncak,” kata Amin saat wawancara dengan dengan media, Rabu (9/4).

Sebelumnya, berbagai lembaga telah memprediksi puncak dan penurunan virus corona di Indonesia. Pakar statistik dan alumni Fakultas MIPA UGM memprediksi serangan virus ini akan berakhir di Indonesia pada akhir Mei. Sedangkan jumlah kasus terbanyak diprediksi mencapai 6.174 kasus.

Baca juga: Berita Terpopuler 11 April, Korban Corona Tembus 100 Ribu Jiwa

Selain itu, Fakultas Kesehatan masyarakat UI memprediksi dengan intervensi serius pemerintah, jumlah kasus diperkirakan sekitar 600 ribu jiwa pada hari ke-98 dengan angka kematian mencapai 11.898 orang pada hari ke-100. Jumlah kasus baru tertinggi sekitar 70 ribu orang pada hari ke-80 atau bulan Juni, sebelum akhirnya menurun.

Tapi menurut Amin memperkirakan jumlahnya akan berada di bawah 10 ribu orang. “Asalkan perilaku masyarakat bisa lebih baik dan partisipasi mereka bagus, penyebaran virus ini tidak akan sampai 10 ribu,” kata Guru Besar Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia (UI) ini.

Amin juga mengatakan salah satu hal yang mempengaruhi penambahan kasus adalah arus mudik saat lebaran. Dia berharap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pengawasan atas kasus di daerah dapat menekan angka positif corona.

“Atau sebaliknya, ditemukan kasus baru di (daerah) pinggiran karena populasi pindah ke sana,” ujarnya. Kemampuan deteksi kasus juga disebutnya jadi kunci menahan pertumbuhan jumlah pasien Covid-19.

Makanya dia berharap akan ada lebih banyak lagi laboratorium dengan fasilitas lengkap yang ikut. “Kalau laboratorium itu sudah dilengkapi (peralatannya) mungkin saja dua sampai 3 minggu ke depan ada peningkatan jumlah kasus,” katanya. (Kd/Mus)

No More Posts Available.

No more pages to load.