2 Pelaku Hoax, Pilpres 2019 KPU Menangkan Jokowi-Amin Terciduk

oleh -838 views

JAKARTA Setelah masuk daftar hitam di kepolisian, 2 pelaku berinisial EW dan RD yang diduga penyebar hoax Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya ditangkap polisi, Senin (8/4/2019).

Dua perelaku tersebut diduga sebagai penyebar hoak terkait isu “pilpres 2019 server KPU setting menangkan calon nomor urut 01 Jokowi-Amin”.

Sementara aktor penyebar berita hoax utamanya masih dalam pemburuan polisi.

“Jadi yang menyebarkan pertama masih kita lakukan proses pendalaman lagi, lakukan penyelidikan, karena sementara ketika menyebarkan, yang bersangkutan langsung menghilang, ungkap Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

EW dan RD ditangkap karena melakukan penyebaran hoax di media sosial soal KPU memiliki server di luar negeri yang telah diatur untuk memenangkan paslon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

EW ditangkap di rumahnya, Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (6/4) pukul 02.30 WIB. Sementara RD ditangkap di rumahnya, Tanjung Karang, Bandar Lampung pada pagi harinya, pukul 07.00 WIB.

RD juga sempat mengganti nama akun facebooknya karena diserang netizen sejak viral memposting hoax. RD juga menghapus postingannya tersebut.       

2 DPO masih diburu polisi

Dedi juga menjelaskan bahwa ada dua daftar pencarian orang (DPO) yang sedang dalam proses penyidikan.

“Ada dua DPO, yang didalami siber. 1 DPO yang menyampaikan secara verbal, sudah berhasil diidentifikasi, masih dikejar. Satu DPO lagi ikut dalam rangka membuat narasi narasi termasuk sebagai buzzer, Masih dikejar juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni mengatakan ada beberapa lokasi yang sedang didalami untuk memburu DPO itu.

“Kami masih cari yang bersangkutan, ada beberapa lokasi sedang kami dalami. Sudah kita temukan untuk pembuatnya atau yang menyampaikan sementara ini, kemudian yang pertama mengupload masih kami dalami kembali,” kata Dani.

Dani menjelaskan modus pelaku yakni membuat akun palsu lalu melempar isu. Setelah itu, menghilang.

“Tadi sudah saya sampaikan pola mereka membuat fake akun kemudian melempar isu itu kemudian menghilang. Labfor kita sedang bekerja untuk mencari dan untuk pembuat masih kami lakukan pengejaran,” ujarnya.

(Su/Mo)